Hari lebaran Idul fitri 1428 kemaren adalah idul fitri paling gelap dalam 30 tahun perjalanan hidupku. Selama bulan syawal kemaren aku kehilangan dua orang yang selama ini menjadi motivatorku, penabur doa dan semangat untuku, tempatku berkeluh kesah, tempatku men-download ilmu ilmu kehidupan dan agama…
Yu Dinem…
![]()
Meskipun usianya beda 40 tahun tetapi dalam silsilah keluarga dia adalah kakak, aku biasa memanggil dengan “Yu” penggalan dari kata mBak Yu dalam bahasa jawa. Beliau lah yang dari kecil “ngemong” atau mengasuh aku ketika ibuku sedang repot memasak. Di gendongannya aku betah berlama lama, aku selalu dibawa keliling kampung hanya untuk menghibur biar aku tidak rewel.. menurutnya, dulu aku paling seneng dibawa ke pinggir kali… liat bebek.. Setelah aku menikah dan mempunyai anak, sifat ngemong-nya juga diperlihatkan pada anak anakku… cuma karena umur, gendongannya sudah tidak sekuat dahulu. Rasa sayang terhadap anak anaku memang kelihatan berlebih dibanding dengan keponakan yang lain, bahkan dengan cucunya sendiri. Dengan istri dan anak anaku beliau sering cerita masa masa kecilku, kami sering ketawa terpingkal pingkal ketika mengenang masa masa itu. Setelah itu biasanya doa doa indah dan pengharapan meluncur indah dari bibirnya.. Di ahir cerita sering dia memintaku untuk ikut menggotong jenazahnya jika saatnya tiba. Dia ingin aku mengantarnya ke tempat peristirahatannya yang terahir.
Hari lebaran kemaren aku pulang dua hari sebelum idul fitri, hari terahir puasa aku pagi pagi kerumahnya untuk sedikit memberikan bekal beliau berlebaran, dan juga ada titipan dari kakakku yang tidak bisa pulang lebaran ini. Seperti biasa beliau sangat senang menyambut anakku. Meskipun sudah tua tetapi puasanya tetap penuh, meskipun kadang kelupaan saur… beliau memang selalu konsisten dalam ibadah.. Sore hari aku dikagetkan oleh telpon dari kakak perempuanku.. ” Yu dinem jatuh di kamar mandi !!!” Aku dan istriku langsung kerumahnya..atas bantuan tetangga beliau sudah bisa dinaikan ke dikasur. Begitu melihat anaku dia langsung tersenyum dan melambaikan tangan..tetapi lambaian yang sangat lemah.. lambaian yang ternyata tidak bisa aku lihat lagi.. lambaian terahir darinya.. Bicaranya sudah tidak jelas …Semakin lama kesadarannya menurun. Segera aku bawa ke rumah sakit… Semakin lama kesadarannya menurun drastis….hingga koma…skaratil maut..
Takbir Idul fitri kali ini terasa kosong bagiku..tidak ada nuansa kebahagiaan menyambut kemenangan.. Berkali kali surah Yassin kami bacakan, beratus ratus kali asma Allah kami lafadzkan. Jika Allah mengizinkan sembuh maka cepatkanlah, jika Allah akan memanggilnya maka mudahkanlah… Hari ketiga syawal, setalah pagi aku menunggunya Continue reading ‘mY dArKeSt sYaWAL’

SocialVibe